Jadwal Imunisasi IDAI Untuk Anak Berusia 0 – 18 Tahun

Saturday, August 10th 2013. | Jadwal Imunisasi IDAI Untuk Anak 0 - 18 Tahun

Jadwal Imunisasi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Untuk Bayi dan Anak Berusia 0 – 18 Tahun. Edisi Tahun 2014

Sampai saat ini, masih jadwa vaksinasi rekomendasi IDAI untuk bayi dan anak berusia 0 bulan hingga 18 tahun, edisi tahun 2011 ini yang tersedia. Belum ada perbaikan atau perubahan jadwal imunisasi yang perlu. Juga belum ada tambahan jenis vaksin baru untuk melengkapi jenis vaksin yang sudah tersedia di Indonesia hingga saat ini.

Untuk keterangan lengkap tentang jenis vaksin yang tertera dalam jadwal ini, Pembaca bisa melihat dan mempelajarinya di induk website ini, yaitu  www.selukbelukvaksin.com, yang telah membahas dengan detail dan gambalng tentang semua jenis vaksin bersangkutan, kandungan antigen vaksin yang tersedia, jumlah dosis dan jadwal vaksinasi,  juga efek simpang pasca vaksinasi atau KIPI.

Berikut terlampir adalah Jadwal Imunisasi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), untuk bayi dan anak berusia 0 hingga 18 tahun, edisi tahun 2014 yang masih baku dan berlaku, hingga ada pembaharuan lebih lanjut.

 

 

Jadwal Imunisasi IDAI Tahun 2014

Jadwal Imunisasi IDAI Tahun 2014

 

 

 

Sebelum melakukan vaksinasi untuk bayi, perhatikan beberapa hal penting berikut ini :

  • Rencanakan program dan jadwal vaksinasi bayi Anda dengan dokter vaksinator yang Anda pilih. Pastikan bayi atau anak sedang dalam kondisi sehat, tidak sedang sakit berat
  • Perkenalkan dokter vaksinator dan perawat yang membantunya kepada bayi Anda, sehingga bayi akan merasa tenang karena mengenal orang dan lingkungan sekitarnya  (sejak usia 6 bulan, bayi sudah mempu mengenal dan mengingat orang dan lingkungannya.)
  • Berikan makanan atau susu atau sesuatu yang manis kepada bayi Anda sebelum dilakukan vaksinasi. Penelitian membuktikan bahwa, sesuatu yang manis akan bisa mengurangi rasa sakit akibat vaksinasi
  • Memberitahu dokter vaksinator tentang kejadian efek simpang atau KIPI yang terjadi, yang mungkin menyangkut vaksinasi atau imunisasi yang lalu, agar supaya dokter vaksinator mengetahui dan bisa mengantisipasi terhadap kejadian serupa bila terulang
  • Setelah selesai imunisasi, jangan segera meninggalkan klinik atau rumah sakit tersebut, tetapi usahakan tetap berada dilingkungan sekitarnya, minimal 30 menit setelah imunisasi selesai dilakukan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya KIPI vaksin seperti alergi, yang segera bisa ditangani dan diatasi oleh dokter
  • Sedapat mungkin, ayah dan ibu bersama mengantar bayi mereka untuk vaksinasi, karena hal ini akan berpengaruh positif terhadap ketenangan dan memberikan rasa aman kepada bayi
  • Usahakan tiba di klinik hampir tiba waktu perjanjian dengan dokter vaksinator. Jangan menunggu terlalu lama di klinik, karena proses menunggu akan menyebabkan bayi menjadi tegang dan gelisah.
  • Usahakan semua vaksinasi bayi Anda dilakukan oleh dokter vaksinator yang sama, sehingga akan terjalin hubungan dan kepercayaan bayi terhadap dokter vaksinatornya dan mengurangi rasa cemas bayi terhadap orang asing
  • Pada saat vaksinasi, alihkan perhatian bayi kepada hal lain dengan memberikan bayi mainan atau bercerita kepada bayi, sehingga akan mengurangi rasa sakit akibat vaksinasi
  • Saat ini telah tersedia krim penghilang rasa lokal (krim anestesi lokal), oleskan secukupnya ditempat yang akan disuntik sesaat sebelum vaksinasi dilakukan
  • Yang paling penting adalah Anda sendiri harus tenang, jangan cemas atau was was, karena bayi bisa merasakn kecemasan dan ketegangan ibunya, dan ikut menjadi cemas dan tegang.

 

Catatan tambahan Tentang Waktu Imunisasi (Timing) dan Urutan Jenis Vaksin (Spacing)  yang diberikan  :

(updated on 15 December 2014)

Bila kita merencanakan memberikan 2 jenis vaksin dalam satu kali kunjungan, maka ada ketentuan yang perlu kita perhatikan, yaitu :

  1. Dalam satu kali kunjungan, kita boleh memberikan sekaligus maksimal hanya 2 jenis vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenuated vaccine), misalnya vaksin BCG dengan vaksin MMR atau vaksin Varicella atau vaksin polio hidup OPV atau vaksin Rotavirus atau vaksin Typhoid Oral
  2. Harus menunggu 4 minggu kemudian bila vaksin hidup yang telah dilemahkan ini diberikan tidak bersamaan dalam satu kali kunjungan, misalnya sekarang beri vaksin BCG, maka harus menunggu minimal 4 minggu kemudian baru boleh memberikn vaksin Varicella atau vaksin MMR
  3. Pengecualian menunggu minimal 4 minggu ini TIDAK BERLAKU untuk vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine) bila itu menyangkut vaksin hidup cara pemberian oral (diminumkan) bukan yang disuntikkan, seperti misalnya vaksin Rotavirus yang diminumkan, vaksin Typhoid hidup yang juga diminumkan dan vaksin influenza hidup (LAIV = Live Attenuated Influenza Vaccine) yang diberikan secara semprot kedalam rongga hidung
  4. Pemberian vaksin mati jenis apapun (inactivated vaccines), boleh diberikan kapan saja bersama vaksin hidup yang telah dilemahkan (live attenauted vaccines), misalnya sebelum atau bersamaan atau setelah pemberian vaksin hidup yang dilemahkan.

 

Vaksin Kombinasi Pentavalent Baru Dalam Jadwal Imunisasi:

Telah beredar vaksin kombinasi pentavalent baru bernama Pentabio, yang diproduksi oleh pabrik pembuat vaksin nasional PT. Bio Farma, Bandung, Indonesia.

Vaksin Penatbio ini mendapat subsidi dari pemerintah, dan bisa kita dapatkan di Puskes dan layanan bidan.

Isi vaksin kombinasi Pentabio ini adalah antigen DTaP yang digabungkan dengan antigen Hemophilus Influenzae Type B dan antigen Hepatitis B (DTaP Hib Hep B).

Pentabio tidak mengandung antigen vaksin Polio.

Ini yang membedakan vaksin Pentabio dengan vaksin kombinasi pentavalent lain yang sekarang ini ada di masyarakat.

Jadwal imunisasi sesui yang dianjurkan oleh PT Bio Farma dan juga IDAI, adalah sebagai berikut :

Usia minimal adalah bayi berusia 6 minggu.

Imunisasi lengkap terdiri 3 dosis, dan interval waktu antara dosis adalah minimal 4 minggu.

Sumber  http://www.biofarma.co.id/produk/pentabio-vaksin-dtp-hb-hib-combination-vaccines-2/

Vaccine Saves Lives !

 

 

 

 

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For Jadwal Imunisasi IDAI Untuk Anak Berusia 0 – 18 Tahun