4 Hal Penting Mengenai Vaksin Human Papilloma Virus

Baru baru ini kita dikejutkan dengan keluarnya pengumuman resmi untuk menunda sementara rekomendasi vaksinasi Human Papilloma Virus untuk Remaja Puteri Jepang dari The Japanese Ministry of Health, Labor, and Welfare, yaitu Departemen Kesehatan Jepang.

Vaksin Human Papilloma Virus  Source Google free image

Vaksin Human Papilloma Virus
Source Google free image

Alasan penundaan sementara rekomendasi vaksinasi untuk remaja puteri Jepang ini adalah karena ditemukannya 1968 kasus efek simpang pasca imunisassi atau vaksinasi HPV, hanya sebanyak 43 kasus yang dinilai kemungkinan berhubungan langsung dengan vaksin tersebut setelah dievaluasi oleh satuan tugas dari pihak DepKes Jepang . (http://leokurniawan.blogspot.com/2013/07/berita-vaksin-depkes-jepang-membatalkan.html)

Sebaliknya yang terjadi, adalah pihak berwenang dalam bidang kesehatan masyarakat Amerika justru sedang menganjurkan untuk meningkatkan angka cakupan vaksinasi vaksin Human Papillloma Virus ini bagi remaja puteri di Amerika, karena dari hasil penelitain yang dilakukan memperlihatkan angka keberhasilan vaksin HPV ini untuk menekan dan mengurang angka kejadian infeksi oleh jenis serotype virus Human Paapilloma yang menjadi penyebab utama keganasan kanker serviks (HPV16 dan HPV18) hingga 50% lebih. (http://leokurniawan.blogspot.com/2013/07/berita-vaksin-depkes-jepang-membatalkan.html) dan (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-human-papilloma-virus/)

Bagi Indonesia, maka pihak berwenang Departemen Kesehatan Republik Indonesia, demikian juga institusi kesehatan yang terkait seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), masih menganut kebijaksana vaksinasi untuk vaksin HPV sesuai dengan rekomendasi dari US CDC dengan jadwal imunisasi yang telah disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat Indonesia. (http://leokurniawan.blogspot.com/2013/07/berita-vaksin-depkes-jepang-membatalkan.html)

Demikian sekilas tentang kejadian terakhir yang mengenai pemakaian vaksin Human Papilloma Virus ini.

Untuk menghilangkan kekuatiran kita dan menambah keyakinan kita tentang keamanan dan manfaat vaksin Human Papilloma Virus ini, maka berikut ini adalah bahasan beberapa hal yang penting yang berkaitan dengan vaksin ini.

4 Hal Penting Mengenai Vaksin Human Papilloma Virus

Apakah Vaksin Human Papilloma Virus Efektif Mencegah Infeksi

Kedua jenis vaksin Human Papilloma Virus yang tersedia (jenis quadrivalent maupun yang jenis bivalent) telah memperlihatkan efektifitasnya menekan dan mengurangi angka infeksi hingga lebih dari 90%. Dan kemampuan ini atau efektifitas pencegahan ini bisa bertahan dan berlangsung sedikitnya hingga 5 tahun

Hanya ada kelemahannya, yaitu agar supaya mencapai efektifitas yang tinggi tersebut, maka vaksin ini harus diberikan kepada orang yang belum pernah terpapar dengan virus ini. Dengan kata lain yaitu mereka yang masih remaja dan atau belum pernah ada kontak seksual.

Oleh karena itu, idealnya waktu imunisasi vaksin Human Papilloma Virus ini adalah pada masa remaja berusia 12 – 13 tahun (di Australia) atau 14 – 19 tahun (di Amerika)

Catatan : Lihat jadwal Vaksinasi Human Papilloma Virus di http://selukbelukvaksin.com/vaksin-human-papilloma-virus/

Apakah Vaksin HPV Akan Meningkatkan Infeksi Dengan Jenis Human Papilloma Virus Yang Lain ?

Setelah tahun 1980an, telah kita ketahui bahwa terdapat sekitar 100 jenis serotype virus HPV ini, dari jumlah tersebut terdapat sekitar 15 jenis serotype onkogenik, dimana serotype HPV16 memegang peranan hingga 60% penyebab kanker serviks, sedangkan serotype HPV18 berperan 10%, selebihnya oleh serotype HPV31, HPV33 dan HPV45.

Dari vaksin Human Papilloma Virus yang ada, cakupan perlindungannya yaitu terhadap serotype HPV6, HPV11, HPV16 dan HPV18 (Quadivalent vaksin) dan tehadap  serotype HPV16 dan HPV18 saja (Bivalent vaksin).

Maka timbul pertanyaan bagaimana dengan serotype onkogenik yang lain seperti HPV31, HPV33 dan HPV45 ? Apakah jenis serotype ini tidak akan menimbulkan kanker pada manusia karena tidak tercakup dalam vaksin HPV yang ada ?

Dari data hasil penelitian uji klinik, kedua jenis vaksin Human Papilloma Virus ini juga memberikan proteksi yang nyata juga terhadap serotype onkogenik seperti HPV31, HPV39, HPV45, HPV59, dan HPV86 (Jenis vaksin Quadrivalent).  Dan terhadap serotype onkogenik HPV33 dan HPV52 (jenis vaksin Bivalent). Jadi bukan hanya terhadap HPV6, HPV11, HPV16 dan HPV18 saja.

Dan menurut data maka lama proteksi kemungkinan adalah SEUMUR HIDUP, atau minimal diatas 5 tahun lamanya.

Apakah Vaksin HPV Bisa Mencegah Kanker Serviks ?

Terus terang saja, ini adalah pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab (tetapi bukan tidak bisa dijawab…), karena vaksin Human Papilloma Virus ini baru dipakai secara luas sejak tahun 2006 di Amerika dan meluas secara internasional sejak tahun 2007.

Sedangkan perjalanan penyakit kanker serviks ini adalah : sejak awal terjadi infeksi dengan virus HPV ini hingga terjadinya keganasan kanker seviks diperlukan waktu 10 hingga 20 tahun lamanya, maka efek langsung vaksin Human Papilloma Virus terhadap pencegahan kanker serviks belum bisa diukur pada saat ini, karena masih terlalu awal.

Tetapi kita bisa mengetahui efektifitas vaksin Human Papilloma Virus ini dengan melihat tanda peringatan awal dari kanker serviks – yaitu suatu kelainan pra kanker yang disebut Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN). Jika kita menemukan kelainan pra kanker dengan CIN grade 2 atau grade3, itu adalah pertanda akan terjadinya kanker serviks, karena dari CIN grade2 atau CIN grade3 untuk berubah menjadi kanker, kemungkinannya  adalah sebesar masing masing 5% dan 12%

Kedua jenis vaksin Human Papilloma Virus ini berhasil menurunkan CIN grade2 dan CIN grade3 itu hingga lebih dari 99%. Juga cakupan kedua jenis vaksin Human Papilloma Virus ini telah berhasil mencakup 70% serotype onkogenik virus penyebab kanker serviks ini (HPV16 dan HPV18).

Ini memberikan prediksi bahwa penurunan nyata kejadian kanker serviks akan kita lihat dalam waktu dekade berikut. Infeksi dengan virus HPV juga ada kaitan dengan sejumlah kanker organ tubuh yang lain, seperti kanker penis (40% karena infeksi virus HPV), kanker daerah vulva dan vagina (40% karena infeksi HPV), kanker anus (90% karena infeksi HPV), kanker mulut dan daerah orofarings/tenggorokan (masing masing 3% dan 12%,karena infeksi dengan virus HPV sebelumnya)

Ada kecurigaan bahwa kanker mulut dan daerah orofarings berhubunan erat dengan kebiasaan Oral Sex, meskipun ini masih perlu diteliti dan dibuktikan lebih lanjut (http://selukbelukvaksin.com/vaksin-human-papilloma-virus/)

Apakah Vaksin Ini Aman ?

Rasanya kita sudah tidak akan ragu lagi dengan efektifitas dan kegunaan vaksin Human Papilloma Virus ini, karena sudah banyak data klinik dan penelitian ilmiah yang mendukung semua fakta yang kita ihat dan baca diberbagai media.

Sekarang tinggal pertanyaan yang paling kita perhatikan dan ingin tahu, yaitu apakah vaksin Human Papilloma Virus ini aman untuk diberikan kepada anak remaja dan juga orang dewasa ?

Seperti tindakan medis apapun, maka vaksin juga mempunyai efek samping yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Tetapi umumnya dan sebagian besar, atau hampir 93% efek samping itu adalah ringan , dan hampir semuanya yang terjadi adalah reaksi lokal, yaitu pada tempat suntikan vaksin, seperti kemerahan, bengkak dan nyeri ditempat suntikkan vaksin.

Ada beberapa jenis reaksi lain yang akan sembuh atau hilang sendiri setelah selang beberapa  hari tanpa perlu pengobatan yang berarti, misalnya pingsan, sakit kepala dan mual pernah dilaporkan.

Penelitian klinik yang meliputi 44.000 wanita, tidak memperlihatkan perbedaan efek samping yang serius yang bermakna, antara kelompok penerima vaksin Human Papilloma VIrus dengan kelompok pantau.

Tetapi karena menyangkut segi keamanan vaksin, maka setelah uji klinik selesai, keamanan pemakaian vaksin tetap akan dipantau terus setelah vaksin dijual dan dipergunakan oleh masyarakat luas, untuk mendeteksi kemungkinan adanya efek samping yang tidak diduga sama sekali. (Post-marketing surveillanc)

Juga tidak ditemukan bukti adanya hubungan sebab akibat antara pemakaian vaksin Human Papilloma Virus ini dengan kejadian kondisi atau penyakit autoimmune.

Dimasa Depan…

Dengan perkembangan pesat bidang penelitian seperti bidang immunologi, virologi (penelitian tentang virus), kesehatan masyarakat, dan bidang epidemiologi, dan bidang ilmu kedokteran yang lain, tentu akan sangat membantu masyarakat, termasuk para dokter dan orang tua, sehingga semakin yakin mengenai manfaat dan keamanan vaksin Human Papilloma Virus ini.

Manfaat vaksin ini sudah pasti melebihi resiko yang mungkin ada, dan dunia kedokteran juga telah menyediakan sarana untuk memantau semua hal yang terjadi yang menyangkut segi keamanan dan efektifitas vaksin yang dipakai ini.

Akhir kata, dengan melihat resiko dan bahaya yang terjadi bila terinfeksi dengan virus HPV, yaitu terjadinya keganasan berupa kanker serviks pada wanita dan kanker organ tubuh yang lain, sedangkan infeksi virus HPV ini sangat mudah terjadi, yaitu hanya dengan melalui hubungan kelamin saja, maka rasanya dengan pemberian vaksinasi HPV adalah suatu tindakan yang bijaksana untuk melindungi anak kita dari incaran bahaya virus Human Papilloma ini.

Vaksin Human Papilloma Virus  Source Google free image

Vaksin Human Papilloma Virus
Source Google free image

 

Vaccine Saves Lives !

Source: www.selukbelukvaksin.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tags: , , , , , , , , ,

Related For 4 Hal Penting Mengenai Vaksin Human Papilloma Virus